
Yayasan Annisa Swasti (YASANTI) adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didirikan pada tanggal 28 September 1982. YASANTI berfokus untuk memberdayakan perempuan, khususnya perempuan pekerja, melalui pengorganisasian komunitas, pendidikan, advokasi, serta memperkuat kemandirian ekonomi. Organisasi ini memiliki wilayah kerja yang mencakup Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dengan visi terwujudnya kemandirian perempuan pekerja baik secara ekonomi, sosial, budaya, maupun politik.

dalam mendampingi dan memberdayakan perempuan pekerja di Yogyakarta serta Jawa Tengah untuk bangkit secara mandiri.

yang berdaya secara ekonomi, sosial, budaya, dan politik, YASANTI terus berkomitmen memperjuangkan keadilan gender.

YASANTI bertekad membangun kapasitas dan melindungi hak-hak kesejahteraan setiap perempuan pekerja di Indonesia.

Layanan dan pilar program utama yang disediakan oleh Yayasan Annisa Swasti (YASANTI) berfokus pada pemberdayaan perempuan, khususnya para perempuan pekerja, melalui tiga elemen utama.

Layanan dan pilar program utama yang disediakan oleh Yayasan Annisa Swasti (YASANTI) berfokus pada pemberdayaan perempuan, khususnya para perempuan pekerja, melalui tiga elemen utama.

Layanan dan pilar program utama yang disediakan oleh Yayasan Annisa Swasti (YASANTI) berfokus pada pemberdayaan perempuan, khususnya para perempuan pekerja, melalui tiga elemen utama.
Yayasan Annisa Swasti (YASANTI) adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didirikan pada tanggal 28 September 1982. YASANTI berfokus untuk memberdayakan perempuan, khususnya perempuan pekerja, melalui pengorganisasian komunitas, pendidikan, advokasi, serta memperkuat kemandirian ekonomi. Organisasi ini memiliki wilayah kerja yang mencakup Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dengan visi terwujudnya kemandirian perempuan pekerja baik secara ekonomi, sosial, budaya, maupun politik.
Layanan utama YASANTI meliputi:

Of Experience
<p>KBRN, Yogyakarta: In the bustling heart of Yogyakarta, Pasar Beringharjo, the province's oldest and most iconic traditional market, flourishes as a bustling center for affordable goods and a place of a unique workforce: buruh gendong, or female porters.</p>
Read More ;<p>Ada pertemuan rutin. Sepintas biasa, tidak ada yang berbeda sampai sejumlah anak muda masuk dan berbincang dengan Umiasih, pendamping lapangan buruh gendong dari Yayasan Annisa Swasti (Yasanti). Kedatangan mereka ternyata untuk menawarkan bantuan dana kesehatan bagi para buruh gendong.</p>
Read More ;<p>Punggung Isah Ponirah tetap tegak setiap menyambut pembeli. Padahal, sehari-hari ia memikul beban seberat 50 kilogram, menembus lorong-lorong </p>
Read More ;<p>Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal (Jampi) DIY bersama sejumlah LSM menggelar doa bersama untuk tolak bala kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Doa bersama itu diharapkan dapat menjadi upaya untuk menghentikan program MBG.</p>
Read More ;<p>Memperingati hari hak asasi manusia se-dunia pada tanggal 10 Desember lalu, Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal (JAMPI) mengadakan kegiatan Pasar Perempuan. Kegiatan ini merupakan bazzar hasil produksi perempuan pekerja rumahan, pekerja rumah tangga, buruh gendong, dan perempuan kepala keluarga.</p>
Read More ;




