Yayasan Annisa Swasti (YASANTI) adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didirikan pada tanggal 28 September 1982. YASANTI berfokus untuk memberdayakan perempuan, khususnya perempuan pekerja, melalui pengorganisasian komunitas, pendidikan, advokasi, serta memperkuat kemandirian ekonomi. Organisasi ini memiliki wilayah kerja yang mencakup Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dengan visi terwujudnya kemandirian perempuan pekerja baik secara ekonomi, sosial, budaya, maupun politik.

Recent Post

Blog Details

Bahu tangguh yang saling menguatkan: Hangatnya pertemuan Buruh Gendong DIY

Ditengah gejolaknya pasar tradisional, bahu ibu-ibu tidak hanya menopang kehidupannya sendiri. Hari-harinya diisi dengan puluhan kilogram di punggungnya. Namun pada selasa pagi (25/08), sebanyak 29 ibu buruh gendong pasar Beringharjo, Kranggan, dan Gamping sejenak melonggarkan ikatan gendongannya, untuk mengikuti pertemuan paguyuban buruh gendong DIY di kantor Yayasan Annisa Swasti.
Acara dimulai dengan pelukan, gelak tawa, dan makan bersama. Suasana makan yang sederhana itu, cerita-cerita keseharian saling beradu.

Tentang lelahnya menapak tangga pasar, tentang harga kebutuhan pokok, hingga cerita kecil di rumah masing-masing. Momen makan bersama ini bukan sekadar mengisi perut, melainkan merawat rasa persaudaraan agar tidak ada seorang pun yang merasa berjuang sendirian.
Buruh gendong hanya berfokus pada pekerjaan fisik? Ibu-ibu tangguh ini juga merupakan garda terdepan penjaga lingkungan di pasar!
Dalam sesi evaluasi terkait lingkungan, ibu-ibu saling melaporkan hasil pengumpulan dan penjualan botol plastik bekas di pasar masing-masing. Rupanya, sampah botol yang tadinya tak dilirik, kini diubah menjadi uang kas kelompok. Uang hasil penjualan ini nantinya akan digunakan kembali untuk mendukung berbagai kegiatan ibu-ibu di tiap kelompok.

Tak berhenti di situ, riuh suasana berlanjut saat sesi sharing program Menanam di Lahan Kosong. Tanpa rasa malu, ibu-ibu saling bertukar cerita. Ada cerita sukses panen sayuran segar, tapi tak sedikit pula cerita lucu dan getir tentang tanaman yang layu atau diserang hama. Di ruang ini, tidak ada kegagalan yang dihakimi yang ada adalah saling menguatkan dengan memberi tips serta semangat agar hijau tanaman bisa terus tumbuh.

Menata Kepemimpinan dan Menyongsong Hari Esok

Sebagai organisasi yang berbasis akar rumput, keberlanjutan paguyuban menjadi perhatian utama. Dalam diskusi kepengurusan, ibu-ibu membahas perencanaan pemilihan Wakil Ketua Paguyuban buruh gendong DIY yang baru. Ini sebagai bukti nyata bahwa proses demokrasi dan kepemimpinan perempuan terus tumbuh subur di ranah buruh gendong.
Suara dari Hati Ibu-Ibu

Kegiatan ditutup dengan sesi tumpah ruah rasa bersama para pengurus dan anggota dari tiap pasar. Mendengar cerita mereka, kita disadarkan betapa berharganya ruang perjumpaan seperti ini.
“Seru dan menyenangkan sekali! Berkesan banget bisa dengar berbagai cerita dari teman-teman pasar lain. Jadi tahu juga rencana kegiatan ke depan. Selain nambah wawasan, yang paling bikin senang itu bisa nambah banyak teman dan saudara!
— Salah satu Ibu Peserta Buruh Gendong.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *