Yayasan Annisa Swasti (YASANTI) adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didirikan pada tanggal 28 September 1982. YASANTI berfokus untuk memberdayakan perempuan, khususnya perempuan pekerja, melalui pengorganisasian komunitas, pendidikan, advokasi, serta memperkuat kemandirian ekonomi. Organisasi ini memiliki wilayah kerja yang mencakup Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dengan visi terwujudnya kemandirian perempuan pekerja baik secara ekonomi, sosial, budaya, maupun politik.

Recent Post

Blog Details

Buruh Gendong Yogyakarta Didorong Terlibat dalam Pengelolaan Sampah dan Aksi Perubahan Iklim

Sejak Desember 2025, Yasanti Libatkan Buruh Gendong dalam Aksi Lingkungan dan Perubahan Iklim, Sejak Desember 2025, Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) menjalankan Program Pengelolaan Sampah, Karangkitri, dan Edukasi Perubahan Iklim bagi Buruh Gendong di empat pasar tradisional Yogyakarta. Program ini melibatkan buruh gendong perempuan di Pasar Beringharjo, Giwangan, Gamping, dan Kranggan dalam berbagai kegiatan pengelolaan sampah, penghijauan, pengembangan keterampilan daur ulang, serta edukasi perubahan iklim.Program ini berangkat dari persoalan pengelolaan sampah di pasar tradisional. Berdasarkan asesmen bersama buruh gendong di Pasar Giwangan, sampah buah dan sayur rata-rata mencapai 1,5 ton per hari. Sebagian dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara sampah lainnya masih menumpuk sebelum diangkut. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi warga pasar.

Buruh gendong menjadi salah satu kelompok penting dalam program karena mereka merupakan pekerja informal yang setiap hari beraktivitas di pasar. Data program mencatat terdapat 220 buruh gendong di Pasar Beringharjo, 135 di Pasar Giwangan, 40 di Pasar Buah Gemah Ripah Gamping, dan 17 di Pasar Kranggan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi program dan forum diskusi tentang pemilahan sampah. Pada Januari dan Februari 2026, buruh gendong mengikuti FGD serta praktik pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu di pasar. Program juga mendorong terbentuknya kelompok buruh gendong peduli lingkungan di masing-masing pasar.

Tidak hanya berfokus pada lingkungan pasar, Yasanti juga mengembangkan program Karangkitri di daerah asal buruh gendong. Pada Maret hingga Mei 2026, kegiatan dilakukan melalui diskusi ketahanan pangan, pemetaan lahan kosong, pembagian bibit dan media tanam, serta pendampingan dan monitoring. Sebanyak 85 buruh gendong ditargetkan terlibat dalam kegiatan penanaman di daerah asal mereka.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan sabun dari bahan daur ulang pada Juni 2026. Pada Juli, Yasanti mengadakan workshop edukasi perubahan iklim yang melibatkan buruh gendong dan perempuan pekerja rumahan. Memasuki Agustus, peserta kembali mengikuti pelatihan keterampilan dengan memanfaatkan plastik daur ulang menjadi tas, lampion, dan dompet ramah lingkungan.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *