Materi : Motivasi dan Memperkuat Perubahan Prilaku terkait keberlanjutan ekonomi buruh gendong
Sekolah Penguatan Kapasitas terkait Perubahan Prilaku bagi Perempuan Buruh Gendong DIY, 14 Mei 2024
Dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2024. Tempat pelaksanaan di Griya Annisa, Yayasan Annisa Swasti. Peserta yang terlibat berjumlah 20 orang Buruh Gendong Terdiri dari 1 orang Narasumber ( Bu Anita ) dan 1 fasilitator (Hikmah Diniyah), 3 Panitia, dan 15 orang peserta, yaitu Tri Winarsih, Sri Lestari, Musinem ,Isah, Erni Listiyowati, Ida Rahayu, Sartijem, Sulami, Sumari, Jumini, Siti Khotimah, Sutinah, Sri Rahayu, Ponirah, Yantinem, Umi Asih, Anita Yuli, Nur Hardini, Hikmah D, Muhti Nur Inayah.
Materi Pelatihan Peningkatan Kapasitas tentang Perubahan Ekonomi Untuk Buruh Gendong. Alur Pelatihan disusun Berdasarkan tujuan dan capaian yang diharapkan. Proses Pelatihan berjalan dari jam 09.00 – 12.00, Fasilitator membuka acara dengan Pembacaan doa, Membangun semangat dengan Yel-Yel Perempuan Pekerja Informal dan tepuk Buruh Gendong, “Buruh Gendong semangat, Buruh Gendong Kuat, Buruh Gendong Bahagia “. Selanjutnya Fasilitator meminta peserta untuk berbagi cerita terkait pengalaman melakukan diskusi , dimana teman – teman buruh gendong yang berhubungan dengan usaha sudah ada peningkatan yang dulunya tidak punya usaha sekarang sudah punya usaha. Proses selanjutnya Nara sumber membuka acara dengan menanyakan usaha sampingan apa saja yang sudah dilakukan buruh gendong, dilanjutkan materi dari Nara sumber Bagaimana membuat usaha sampingan yang sesuai dengan potensi diri dan pekerjaan yang sedang dilakukan. Narasumber sekilas mengingat kembali point point dari sekolah sebelumnya, Narasumber memberi motivasi ke peserta dengan mengatakan “Fokuslah pada solusi bukan pada masalahnya”. Kemudian Nara sumber : menyampaikan materi terkait Peluang yang ada di sekitar kita. Contoh pengalaman “ Keberhasilan pedagang di sekitar Candi Prambanan” setelah itu Narasumber menyampiakan pertanyaan, Sudahkah ibu-ibu mencari peluang dengan menawarkan jasa, Jadi sekali lagi tidak hanya uang. Kemudian Nara sumber menyampaikan beberapa Ide bisnis sampingan minim modal, yaitu: Membuka jasa titip, Gabung dengan droplopper misalnya gabung dengan Shopee, Membuat usaha makanan, ini ibu – ibu jika ada yang bilang kok makanan ini enak ya itu jadikan semangat.
Selanjutnya Narasumber Meminta peserta untuk berdiskusi, yaitu: Petakan potensi diri, List apa yang akan dilakukan, Just do it, Manfaatkan pendampingan, jaringan, fasilitasi dari pemerintah (legalitas usaha, pelatihan, akses permodalan, Si Bakul, dll). Narasumber meminta peserta menuliskannya di kertas metaplan yang dibagikan. Sebelumnya Nara sumber memberi tambahan contoh usaha sampingan, Menjadi freelancer di rumah misalnya jasa titip momong bayi, bersih – bersih hanya 2 jam dalam sebulan saya bayar Rp. 600 ribu. Hal – hal seperti ini yang dinamakan freelancer. Freelancer itu adalah pekerjaan tambahan. Ini sekali lagi sesuai dengan potensi diri kita. Membuat produk hantaran, Reseller frozen food. Sekarang orang terkadang malas pengennya yang instan, nah nanti ibu tinggal antar tanpa harus punya lemari es, Jasa titip, Jualan online. Ini kaitannya dengan jasa titip. Nah sekarang itu tergantung niatnya ibu – ibu. Cara meningkatkan peningkatan pendapatan kita. Fokuslah pada solusi bukan pada permasalahan.Bagaimana memulainya Kenali potensi diri, Bagaimana kondisi keluarga, Bagaimana lingkungan sekitar, Bagaimana jaringan kita.
Berdasarkan hasil identifikasi potensi, ada rencana tindak lanjut ibu ibu untuk memulai bisnis sampingan, yaitu : Jumini ( Pasar Beringharjo ) beternak ayam, Sri khotimah ( Pasar Beringharjo ), ternak ayam tapi bahan pakan masih mahal, Sutinah (Pasar Beringharjo) , ternak ayam tapi telurnya dimakan kucing, Sri Rahayu (Pasar Beringharjo ) Ingin menjadi sales batik tapi masih takut, Sartijem ( Pasar Beringharjo ) mau membuka warung dan mengelola tanah pekarangan, Sulami ( Pasar Beringharjo ) mempunyai potensi menjadi reseller, Meningkatkan usaha ternak menthok, dan pemanfaatan tanah pekarangan, Isah ( Pasar Beringharjo ), ingin jadi dropshiper dan reseller, sekarang punya usaha wedang uwuh, Sumari (Pasar Giwangan ) Saya mengikuti pelajaran di YASANTI angan – angan jasa titip. Tadi saya ngobrol sama Mbak Siti ternak sapi, mentok, bebek. Saya pengen ternak mentok semoga terlaksana, Ida Rahayu ( Pasar Giwangan ), Potensi saya di makanan, langganannya sudah banyak 3 hari jualan 2 hari libur karena suami sakit kalau capek kakinya bengkak, Waktu lebaran kemarin saya juga ingat ketika Mbak Anita bilang kalau mau bisa pesan dengan buka open PO yang di bikin sudah jadi pesanan pasti. Erni Listiyowati ( Pasar Giwangan ) Potensi sebagai reseller menjual Carica dari Wonosobo. Kalau musim hujan saya juga jualan payung. Dan teman – teman juga pada nitip buah yang saya ambil dari juragan saya jadi ada Jastip., Musinem ( Pasar Gamping ), Kalau butuh jeruk, semangka, Saya tukang ngeses jeruk kan ada sortirannya saya borong, pertama saya tawarkan ke tetangga dan pada mau dan laku selain itu juga saya jastip yang bagus. Itu namanya kita juga membranding diri. Dan sampai sekarang kalau tidak ada kerjaan saya keliling cari buah, Yantinem ( Pasar Giwangan ) Potensi bekerja di pasar sebagai buruh gendong, Saya punya angan – angan beternak ayam kampung. Sri Lestari ( Pasar Gamping ) Saya bekerja di pasar gamping ngeses saya juga menawarkan jeruk lewat online. Lebaran ada 2 kuintal. Kalau pulang siang saya bawa. Di rumah saya ternak ayam. Potensi dari lingkungan ada yang suka titip buah , Tri Winarsih ( Pasar Kranggan ) Saya sebagai buruh gendong. Kemarin bulan Januari langganan saya menawari saya untuk membelanjakan dan saya mau dan saya dapat jastip. Jadi setiap hari sambil saya pulang, saya dapat uang. Ponirah ( Pasar Giwangan ) Saya berusaha membuka aplikasi DANA bisa buat jual pulsa, bayar listrik dan jasa buka peluang jastip buah dan Alhamdulillah berjalan lancar.