Yayasan Yasanti

Merayakan 44 Tahun YASANTI, Mahasiswa Magang Humanitas UKDW Hadirkan Pameran Foto Linimasa

 

 

Yogyakarta — Perayaan ulang tahun ke-44 Yayasan Annisa Swasti (YASANTI) berlangsung hangat dan penuh semangat. Tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang perjalanan panjang YASANTI dalam mendampingi dan memperjuangkan kehidupan perempuan pekerja, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi para mahasiswa magang dari Jurusan Humanitas Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta untuk mempersembahkan karya kreatif mereka.

Salah satu karya yang menjadi bagian menarik dalam perayaan tersebut adalah pameran foto linimasa YASANTI. Pameran ini disiapkan melalui proses kerja keras, kreativitas, dan kolaborasi para mahasiswa magang, Timothy kevin Basudewo Isliko, Geofani Michail Joseph Setiawan, Aliefea Rebecca Puspita Sari, Arian Wandik dan dosen Pendamping Hendra Sigalingging. Melalui rangkaian foto yang disusun secara kronologis, pengunjung diajak melihat kembali perjalanan YASANTI dari waktu ke waktu serta berbagai aktivitas pendampingan yang telah dilakukan bersama komunitas dampingan.

Pameran foto tersebut tidak sekadar menampilkan dokumentasi kegiatan. Setiap foto menjadi bagian dari cerita tentang perjalanan, perjuangan, kebersamaan, dan perubahan yang tumbuh bersama YASANTI dan komunitas yang didampinginya.

Perayaan diawali dengan senam bersama yang dipimpin oleh Arian Wandik, kemudian dilanjutkan pembukaan oleh MC dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah sambutan Ketua Panitia, Direktur YASANTI, serta perwakilan undangan atau instansi, acara dilanjutkan dengan talk show bertajuk “Peluncuran Buku YASANTI” bersama moderator dan narasumber.

Suasana perayaan semakin hangat ketika memasuki prosesi potong tumpeng. Pendiri YASANTI bersama para peserta menjadi bagian dari momen simbolis tersebut sebagai ungkapan syukur atas perjalanan YASANTI yang telah mencapai usia 44 tahun.

Rangkaian acara juga diisi dengan berbagai penampilan dari komunitas dampingan, antara lain buruh gendong Pasar Beringharjo, SPPR Ngudi Makmur Wukirsari, buruh gendong Pasar Kranggan, SPPR Kreatif Bunda Wonolelo, BG Pasar Giwangan, SPPR Bunda Berkarya, BG Pasar Gamping, SPPR Harapan Bunda, hingga Paperja.

Kehadiran berbagai kelompok tersebut memperlihatkan bahwa perayaan ulang tahun YASANTI bukan hanya tentang sebuah lembaga yang bertambah usia, tetapi juga tentang relasi dan perjalanan bersama komunitas yang selama ini menjadi bagian penting dari kerja YASANTI.

Selain penampilan, acara turut diwarnai sesi interaktif. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan kesan dan pesan bagi YASANTI. Ruang berbagi tersebut menjadi kesempatan bagi audiens untuk menyampaikan pengalaman, harapan, dan apresiasi terhadap perjalanan YASANTI.

Sebagai bentuk penghargaan, sejumlah perempuan dari berbagai kelompok dampingan juga menerima apresiasi. Mereka berasal dari BG Giwangan, BG Kranggan, BG Gamping, BG Beringharjo, PPR Ungaran, PPR Bantul, dan PPR Kota. Acara juga dilengkapi dengan pembagian hadiah lomba yang melibatkan panitia dan para pemenang.

Bagi mahasiswa magang Jurusan Humanitas UKDW, keterlibatan dalam perayaan tersebut menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang akademik. Proses menyiapkan pameran foto linimasa menuntut mereka untuk mengolah dokumentasi, memilih cerita visual, menyusun alur waktu, sekaligus menghadirkan perjalanan YASANTI agar dapat dipahami dan dinikmati oleh pengunjung.

Kerja keras dan kreativitas mahasiswa tersebut menjadi salah satu warna tersendiri dalam perayaan ulang tahun ke-44 YASANTI. Pameran foto linimasa menjadi jembatan yang mempertemukan masa lalu, perjalanan saat ini, dan harapan untuk masa depan.

Empat puluh empat tahun perjalanan YASANTI pada akhirnya bukan sekadar angka. Ia merupakan rangkaian cerita tentang orang-orang yang terlibat, komunitas yang terus bertumbuh, perjuangan yang berlangsung dari waktu ke waktu, serta berbagai bentuk kerja bersama yang meninggalkan jejak.

Melalui perayaan ini, YASANTI kembali merayakan perjalanan tersebut bersama komunitas, mitra, undangan, dan generasi muda yang turut belajar serta berkontribusi. Bagi para mahasiswa Humanitas UKDW, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses memahami kerja kemanusiaan secara lebih dekat melalui cerita, perjumpaan, kreativitas, dan keterlibatan langsung bersama masyarakat.

Perayaan ditutup dengan sesi foto bersama yang mempertemukan seluruh peserta. Sebuah penutup sederhana, namun sekaligus menjadi dokumentasi baru yang kelak dapat menjadi bagian dari linimasa perjalanan YASANTI berikutnya

 

kontributor Rahiwati Sanusi

Exit mobile version