Dalam rangka menyemarakkan momentum Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, kelompok perempuan pekerja rumahan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan silaturahmi dan dialog penting pada tanggal 6 Desember 2016. Acara yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.30 WIB ini bertempat langsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul dan dihadiri secara khusus oleh Bapak Suharsono selaku Bupati Bantul saat itu.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh sekitar 160 orang perempuan pekerja rumahan yang datang dari lima serikat Pekerja Perempuan Rumahan (PPR) di wilayah DIY. Kelompok-kelompok tersebut meliputi serikat Kreatif Bunda dari Desa Wonolelo, Bunda Mandiri dari Desa Bawuran, Ngudi Makmur dari Desa Wukirsari, Bunda Berkarya dari Desa Segoroyoso, serta Kasih Bunda dari Desa Bangunjiwo.
Selain kehadiran para anggota serikat pekerja rumahan, acara silaturahmi ini juga dihadiri oleh berbagai elemen pendukung lintas sektor. Di antaranya adalah perwakilan dari jaringan advokasi yang fokus pada perlindungan pekerja informal, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul, serta rekan-rekan media yang turut meliput jalannya acara.
Dialog ini menjadi wadah yang sangat berarti bagi para perempuan pekerja rumahan untuk menyampaikan aspirasi, memperjuangkan hak-hak kerja, serta membangun ruang komunikasi yang inklusif dengan pemerintah daerah. Melalui kegiatan ini, diharapkan pemerintah dapat lebih mengenal dan memberikan perhatian nyata terhadap perlindungan serta kesejahteraan perempuan pekerja rumahan di Kabupaten Bantul.

